Informasikasus.com|SUKABUMI - Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi menunjukkan komitmen serius dalam memulihkan infrastruktur daerah. Sepanjang tahun 2025, DPU bergerak masif melakukan rehabilitasi besar-besaran terhadap akses jalan dan jembatan yang sempat porak-poranda akibat bencana hidrometeorologi pada akhir 2024 lalu.
Langkah ini diambil sebagai prioritas utama untuk memastikan “urat nadi” perekonomian masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Sukabumi kembali berdenyut normal.
Fokus Pemulihan Pasca Bencana
Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan penanganan intensif untuk mengembalikan kondisi mantap pada ruas-ruas jalan yang sempat lumpuh.
Penanganan infrastruktur jalan difokuskan pada pemulihan pasca bencana hidrometeorologi Desember 2024. Kami melakukan rehabilitasi jalan sepanjang 25,158 kilometer yang mayoritas merupakan titik-titik terdampak bencana,” ujar Uus dalam keterangan resminya, Jum'at (06/03/2026).
Tak hanya akses jalan, DPU juga berhasil menuntaskan rehabilitasi pada 14 jembatan yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat terjangan bencana.
Jembatan Ciparaya Kembali Terhubung
Salah satu capaian krusial dalam program ini adalah pembangunan kembali Jembatan Ciparaya yang terletak di ruas jalan Ancaen-Bojonghaur. Jembatan ini merupakan titik vital bagi mobilisasi warga di wilayah tersebut.
"Jembatan Ciparaya yang terdampak bencana 2024 berhasil kita bangun kembali. Kini jembatan tersebut sudah terhubung sehingga mobilisasi masyarakat kembali lancar dan ekonomi warga sekitar mulai menggeliat lagi," ujar Uus.
Rekonstruksi dan Pemeliharaan Rutin
Selain fokus pada dampak bencana, Dinas PU juga melakukan langkah preventif dan perbaikan menyeluruh pada infrastruktur lainnya, di antaranya:
Rekonstruksi Jalan Rusak Berat: Sepanjang 45,12 kilometer.
Pemeliharaan Rutin Jalan: Sepanjang 115,04 kilometer.
Pemeliharaan Rutin Jembatan: Sepanjang 21,27 meter.
Pemeliharaan Berkala: Jalan sepanjang 6,61 kilometer dan perbaikan 4 jembatan tambahan.
Uus juga menegaskan bahwa pemeliharaan rutin sangat penting agar jalan yang sudah diperbaiki tidak cepat rusak kembali, terutama mengingat tantangan cuaca ekstrem yang sering membayangi wilayah Sukabumi.
"Dengan langkah-langkah teknis ini, kami berkomitmen agar konektivitas antarwilayah tetap terjaga demi kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukabumi," tandasnya.
(Adv)
