Kisah Pilu Ketua RT yang Jarang Terungkap Perjuangkan Nasib Warganya, Sementara Rumahnya Nyaris Ambruk

Kisah Pilu Ketua RT yang Jarang Terungkap Perjuangkan Nasib Warganya, Sementara Rumahnya Nyaris Ambruk

INFORMASI KASUS
22 April 2026

 


Informasikasus.com|SUKABUMI - Dibalik kesibukannya melayani warga, Dadan (61) menjalani hari-hari yang jauh dari kata mudah. Sebagai Ketua RT di Kampung Ciherang RT 09/07, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, ia dikenal sebagai sosok yang selalu hadir ketika warganya membutuhkan bantuan. 


Namun di balik peran itu, tersimpan kisah pilu yang jarang terungkap, ia kerap selalu terlihat memperjuangkan dalam membela hak-hak para warganya. Tetapi di balik cerita tersebut tersimpan cerita pilu yang luput dari sorotan mata.


Ia bersama keluarga kecilnya menempati sebuah rumah semi permanen yang berukuran 5x7 meter yang kondisinya saat ini sungguh amat memprihatinkan sejak 10 tahun terakhir. Terlihat material bangunan sudah lapuk dimakan oleh usia.


Bahkan salah satu sudut rumahnya bahkan sudah ambrol, sementara itu tampak bagian depan nyaris ambruk yang hanya bertahan dengan tiang-tiang bambu sebagai penopang bangunan seadanya.


Dadang tinggal bersama istrinya, Marpuah (58). Ia bersama keluarga mempunyai lima anak, dan seorang cucu yang masih bayi. Untuk kehidupan sehari-hari ia berjualan cilok sebagai penopang hidup, sedangkan isterinya mengelola kios kecil yang menjual jajanan anak sekolah.


"Ya kadang saya berjualan cilok di sekolah, sementara isteri saya menunggu kios makanan anak sekolah, dari itu semua hasilnya cukup untuk makan," ucapnya dengan nada lirih, saat di temui awak media di rumahnya, Selasa (21/4/2926).


Rumah yang ditempati adalah warisan dari orang tua sejak 30 tahun. Dengan seiringnya waktu kondisi rumah terus memburuk, apalagi hujan turun, mereka terpaksa berpindah-pindah tempat tidur untuk menghindari atap bocor.


"Manakala hujan turun tiba-tiba sementara sedang tidur di malam hari kami harus mencari tempat yang tidak bocor, bukan tidak ada niat untuk memperbaiki tapi dikarenakan kondisi keuangan kami tidak menentu," pungkasnya.


(*red)